Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 2 | Makna Sumpah Allah dengan Malam yang Sunyi
Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 2 Ayat 2: وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ (Wa al-layli idhā sajā) "Dan demi malam apabila telah sunyi." 1. Sumpah Allah dengan Malam yang Sunyi Seperti pada ayat pertama, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah sumpah Allah SWT dengan waktu yang lain, yaitu malam. Kata "sajā" (سَجَىٰ) memiliki beberapa makna, antara lain: Telah sunyi: Malam yang menjadi tenang dan hening, di mana gerakan dan kebisingan siang hari telah mereda. Telah gelap: Malam yang menutupi segala sesuatu dengan kegelapannya. Telah menutupi: Malam yang menyelimuti alam dengan keheningan dan ketenangannya. Dalam tafsir ini, Allah bersumpah dengan dua waktu yang berlawanan: waktu Dhuha yang terang benderang dan waktu malam yang sunyi dan gelap. Perbedaan ini menunjukkan kekuasaan Allah yang menciptakan siang dan malam dengan segala keunikan dan hikmahnya. 2. Kaitan dengan Ayat 1 dan 3 Ibnu Katsir menegaskan bahwa sumpah ini tidak berdiri sendiri. Sumpah dengan Dhuha dan...