Menyikapi Problematika Kehidupan


Kisah Seorang Pemuda dan Kakek Tua
Di tepi sebuah danau yang airnya begitu jernih, seorang pemuda mendatangi seorang kakek tua. Pemuda itu mengeluhkan persoalan hidupnya. Ia berkata, "Saya punya masalah begini dan begitu, rasanya berat sekali."

Kakek tua itu mendengarkan dengan sabar. Lalu, ia mengambil dua genggam garam dan sebuah gelas kosong. Ia memasukkan segenggam garam ke dalam gelas, lalu menuangkan air dari danau yang jernih ke dalam gelas tersebut.

"Minumlah," kata kakek itu.

Pemuda itu menyesap air dari gelas tersebut, tetapi langsung memuntahkannya sambil berkata, "Asin sekali!"

Kakek itu hanya tersenyum. Ia mengambil segenggam garam yang tersisa, lalu menaburkannya ke dalam danau yang luas. Setelah itu, ia kembali mengisi gelas dengan air dari danau.

"Minumlah lagi," kata kakek.

Pemuda itu menurut. Kali ini, ia meneguk air tersebut dan berkata, "Segar, enak, dan menyegarkan."

Kakek tua itu pun memberikan nasihatnya:
"Begitulah hatimu. Jika hatimu sempit seperti gelas tadi, maka masalah sekecil apa pun akan terasa begitu berat, seperti asin garam yang tidak dapat tertahankan. Namun, jika hatimu luas seperti danau ini, sebesar apa pun masalahmu tidak akan berdampak besar. Dengan hati yang luas, kamu akan mampu menyusun rencana untuk mengatasinya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian, Makna dan Hikmah Asmaul Husna Al Latif

Makna dan Hikmah Asmaul Husna Al Khabir

Hikmah dan Makna Asmaul Husna Al Qahhar