Hukum Melafazkan Niat Dalam Shalat

Apakah hukum melafazkan niat?
Jawaban:

Syekh Abu Bakar al-Jaza'iri menyebutkan dalam al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah:


Sesungguhnya yang dianggap dalam niat itu adalah hati, ueapan lidah bukanlah niat, akan tetapi membantu untuk mengingatkan hati, kekeliruan pada lidah tidak memudharatkan selama niat hati itu benar, hukum ini disepakati kalangan Mazhab Syafi'l dan Mazhab Hanbali.

Mazhab Maliki dan Hanafi: Melafazkan niat tidak disyariatkan dalam shalat, keeuali jika orang yang shalat itu was-was.

Mazhab Maliki: Melafazkan niat itu bertentangan dengan yang lebih utama bagi orang yang tidak waswas, dianjurkan melafazkan niat bagi orang yang was-was.

Mazhab Hanafi: Melafazkan niat itu bid'ah, dianggap baik untuk menolak was-was.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian, Makna dan Hikmah Asmaul Husna Al Latif

Makna dan Hikmah Asmaul Husna Al Khabir

Hikmah dan Makna Asmaul Husna Al Qahhar